Selasa, 23 Desember 2008

Ibu...

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasamerestui dan memberkatinya.Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonandan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.Penuh cinta dan kedamaian.

Kamis, 04 Desember 2008

Hasan Al-Banna

Postingan ini diambil dari buku 100 pelajaran dari para pemimpin ikhwanul muslimin...untuk para pemimpin dan para calon pemimpin!!!

Picture taken from here
MEMETIK PELAJARAN DARI PEMIMPIN IKHWANUL MUSLIMIN (Hasan-Al-Banna)

Utusan dari kedutaan Inggris datang ke kantor pusat Ikhwanul Muslimin menemui imam syahid seraya berkata:
"sesungguhnya diantara program kerajaan Inggris adalah membantu berbagai lembaga keagamaan dan sosial. sementara itu, kedutaan sangat menghargai upaya anda dan finansial anda...oleh sebab itu, kerajaan inggris menawarkan berbagai pelayanan kepada Anda tanpa imbalan apa-apa. kami telah memberikan berbagai bantuan kepada kepada lembaga ini dan itu...kepada si fulan dan si fulan... ini cek senilai 10.000 pound sebagai sumbangan untuk jama'ah"
Imam syahid tersenyum lalu berkata:
sesungguhnya kalian dalam keadaan perang dan kalian lebih membutuhkan ribuan pound ini.
kemudian utusan itu menaikkan jumlah sumbangan tetapi Imam Syahid tetap menolaknya...
sebagian ikhwan merasa heran dan saling berbisik: kenapa beliau tidak mengambil uang itu dan kita pakai untuk membiayai perjuangan melawan mereka.
Imam Syahid Hasan-Al banna menjawab:
sesungguhnya tangan yang menadah tidak akan bisa kembali lagi
sesungguhnya tangan yang mengambil pemberian tidak akan bisa memukul
sesungguhnya kita melakukan jihad dengan harta kita, bukan dengan harta orang lain. dengan jiwa kita, bukan dengan jiwa orang lain.

Gara-gara kodok

picture tajen from here


Kodok oh...Kodok

Duh...gara-gara hewan yang satu ini nih kami satu angkatan jadi bulan-bulanan asisten. giaman tidak! tepatnya hari rabu kemarin praktikum yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa Gatot alias gagal total. soalnya kodoknya ngga ketemu-ketemu. ada sih satu kelompok yang bawa, tapi ternyata bukan kodok yang diinginkan. itupun kodoknya ternyata lepas. belum lagi histamin dan epinefrin ternyata harus dibeli dengan resep dokter. wah...lengkaplah penderitaan kami.

Kebayanga ngga tuh susahnya cari kodok malam-malam di tengah sawah. eh dapatnya ternyata kodok sawah, ya iyalah namanya juga cari di sawah, pasti dapatnya kodok sawah...coba carinya di laut so pasti namanya kodok laut!he...he...ngga' nayambung!

Hus! jangan ketawa ketiwi dulu. gara-gara sikodok ngga ketangkep akhirnya kakak-kakak asisten murka sama kami, n finally setelah mengingat, menimbang dan memutuskan...nilai kami tetep dibagi 6 untuk nilai praktikum, walaupun kami cuma melaksanakan 5 praktikum. Duh...mending kalau nilainya tinggi, kalau udah rendah trus mau dibagi 6! gimana dong....